Lindungi Master Boot Record Dari Ransomware dengan MBR Filter

Lindungi Master Boot Record Dari Ransomware dengan MBR Filter

Setiap hari malware baru siap untuk menyerang komputer yang kamu gunakan. Dengan semakin meningkatnya resiko terkena software berbahaya, kita harus lebih waspada dan meningkatkan keamanan dari perangkat yang kita gunakan dan memastikan bahwa kita telah terlindungi.

Salah satu tool kecil yang dapat membantu mengamankan komputer kamu adalah MBR Filter, tool ini dapat melindungi komputer terhadap serangan MBR malware dan ransomware.

Apa Itu MBR

MBR atau Master Boot Record merupakan alokasi space pada hard disk dengan ukuran yang sangat kecil, dimana partisi ini menyimpan informasi seperti disk partition dan file system configuration. Simpelnya MBR yang bertanggung jawab agar sistem operasi booting dan menyimpan serta mendapatkan data esensi untuknya.

MBR juga mengelola table yang dipanggil dengan nama “Master Partition Table” yang mengidentifikasi partisi yang dibuat di hard disk. MBR secara umum menyimpan first sector atau dengan kata lain bagian yang paling depat dari semua data yang ada di hard disk.

Ada database lainnya yang bernama MFT atau Master File Tablet. MFT merupakan database yang menyimpan informasi dari setiap dan semua file atau directory yang ada di sistem kamu. Melindungi MBR dan MFT sangat penting.

Software berbahaya, sering menggunakan Rootkit yang dapat mencoba untuk menimpa bootloader dan merusak komputer. Petya, ransomware terbaru yang membuat heboh akhir-akhir ini setelah WannaCry mencoba untuk mengenkripsi MFT dan kemudian memaksa korban untuk membayar tebusan Bitcoin agar komputernya bisa digunakan kembali.

Dengan semakin majunya rootkit dan ransomware, kita perlu melindungi bootloader.

Cara Pasang MBR Filter

Untuk mengamankan komputer yang kamu gunakan dimana saja dari serangan Petya dan malware sejenisnya, kamu bisa menggunakan tool MBR Filter. Tool ini dikembangkan oleh Cisco Talos, tool ini dapat mencegah malware, ransomware, atau rootkit menimpa boot record dan membuat perubahan.

Install MBR Filter sangat simpel. Masuk ke website resminya dan download yang sesuai dengan sistem yang kamu gunakan. Setelah download selesai, ekstrak file zip, dimana di dalamnya ada dua file.

Klik kanan file yang bernama ‘MBRFilter.inf’ dan pilih Install. Instalasi akan selesai cepat dan kamu harus me-restart komputer kamu agar perubahan disimpan.

Untuk mengecek apakan MBR Filter apakah sudah bekerja atau tidak, kamu bisa men-download AccessMBR. Tool ini akan membaca sector O pada Physical drive ) dan menulis apakah sector back mengecek jika MBR Filter bekerja atau tidak.

 

Jakartawebhosting.com menyediakan layanan Windows Hosting, dengan kecepatan dan stabilitas pusat data dan server yang baik, up time server 99,9%, team support yang siap membantu 24 jam dan biaya langganan yang menarik.