Mengapa Harus Dedicated Server ?

jakartawebhosting.com
jakartawebhosting.com

Seperti yang kita ketahui penggunaan server untuk hosting banyak jenisnya. Ada vps, cloud, shared, dan dedicated server. Tentunya harga yang ditawarkan pun beragam – ragam. Dilihat dari sisi spesifikasinya pun akan berbeda. Penggunaan server untuk hosting ini beragam – ragam, mengikuti kebutuhan kita sebagai konsumennya. Mungkin jika kita hanya ingin mempunyai blog personal, kita bisa memanfaatkan shared, vps, atau cloud. Namun bagi kalian yang baru memulai dan berniat untuk memiliki jumlah visitor yang banyak, maka jangan pernah memilih shared hosting. Karena bisa dipastikan jika kalian memilih shared hosting dan kalian mempunyai target visitor dari ratusan sampai puluhan ribu visitor, maka dipastikan website anda akan mengalami trouble. Permasalahan yang muncul pun bisa beragam, load yang lambat, atau bahkan membuat website kalian down. Untuk menghindari hal ini kalian bisa mengakalinya dengan pengguna dedicated server. Menelisik dari harga, pastinya dedicated server akan memakan biaya yang tinggi namun sepadan dengan kegunaannya. Jika tujuan pembuatan website kalian adalah untuk berbisnis, maka dipastikan kalian membutuhkan resource yang tinggi sehingga dedicated server akan menjadi pilihan yang tepat. Memiliki dedicated server dapat menciptakan banyak manfaat untuk website kalian yang memiliki jumlah trafik tinggi yang konstan dengan beberapa keunggulan yang didapatkan, diantaranya :

Keleluasaan

Dengan dedicated server kita tidak akan berbagi dengan situs – situs lain. Ini berarti semua resource yang didapatkan dari 1 buah server fisik bisa kita manfaatkan sepenuhnya, sehingga tidak akan mengalami kegagalan load website.

Keamanan

Tentunya jika membahas masalah keamanan, dengan menggunakan dedicated server tidak akan ada situs lain yang memiliki hak akses ke server kita. Ini berarti kita dapat membuat firewall costum. Sehingga meminimalisi pembobolan sistem pada website kita, walaupun tidak bisa dipungkiri sehebat apapun kita menerapkan sistem keamanan pada website kita, pasti tetap akan ada celahnya.

Akses Administrasi

Jika kita menggunakan shared hosting maka kita tidak akan diberikan hak akses penuh, sehingga membatasi kita dalam penggunaan server tersebut. Berbeda dengan dedicated server, kita akan diberikan hak akses adminstrasi yang biasa dikenal dengan akses root. Yang berarti memungkinkan kita untuk mengatur penggunaan server dan pengaturan dalam konfigurasi dan keamanannya.

Dukungan teknis

Menggunakan dedicated server, akan menjadikan kita pelanggan yang masuk dalam kategori “Very Important Person”. Tentunya pihak pengelola hosting pun akan menservice kita dengan baik dan menjadikan kita prioritas utama. Ada baiknya jika kalian memilih pengelola hosting yang memberikan pelayanan 24 jam “yang benar – benar”, karena mereka akan siap membantu kalian kapanpun jika terjadi kegagalan atau trouble pada website.

Alamat IP Kita Sendiri

Yang terakhir dari keuntungan menggunakan dedicated server adalah kepemilikan IP sendiri. Berbeda dengan shared hosting yang harus berbagi IP. Hal ini akan merugikan kita apabila salah satu pengguna IP tersebut masuk kedalam daftar hitam spamming ataupun terkena DOS. Maka kita juga yang akan merasakan kesengsaraan tersebut.

Apakah jakarta web hosting mendukung hal itu semua ?

Yup kami jakarta web hosting sebagai web hosting expert di indonesia akan mensupport Anda sebagai pelanggan kami. Dengan komitmen pelayanan yang ramah dan handal selama 24 jam. Harga yang kami tawarkan pun bersaing dengan pengelola hosting lainnya di indonesia.

Presenting By Jakartawebhosting.com

jakartawebhosting.com
jakartawebhosting.com

SQL Server 2014 Semakin Powerfull

Akhirnya mocrosoft resmi meluncurkan salah satu produknya yakni SQL Server 2014. Perubahan yang signifikan dari versi terbaru SQL ini ialah di sitem penyimpanan dan percepatan yang akan bertambah. SQL Server 2014 akan menggunakan sistem cloud storage yang teintegrasi dengan Azure database. Dan untuk masalah percepatan SQL Server akan menggunakan sistem OLTP (Online Transaction Processing). Sebenarnya banyak pengguna SQL Server yang lebih merasa tertarik dengan perubahan kecepatan daripada sistem penyimpanan berbasis cloud tersebut. Namun perlu disadari bahwa Cloud Storage akan lebih berguna dan akan lebih banyak digunakan kedepannya. Jadi tidak salah apabila Microsoft menerapkan sistem penyimpanan tersebut.

Walaupun hanya terlihat dua perubahan atau update pada SQL Server ini, tapi sebenarnya SQL Server 2014 juga membawa perangkat tambahan ke sejumlah daerah – daerah yang masih dirasa kurang dari SQL Server sebelumnya. Tambahan tersebut juga termasuk ketersediaan Groups dan indeks columstore, dan lainnya seperti keamanan (backup dienksripsi). Sekarang mari kita ulas sedikit tentang kinerja Azure dan OLTP pada SQL Server 2014.

Azure

SQL Server 2014 memiliki dua cara untuk bekerja dengan penyimpanan azure. Pertama, kita dapat membuat cadangan database ke azure, Sebenarnya fitur sudah diperkenalkan sebelumnya di SQL Server 2012 yang disebut dengan SQL Server Backup ke URL. Pada SQL Server 2014 fituer tersebut mendapatkan dorongan dari sistem SQL Server Managed Backup. Fitur ini dapat membantu kita dalam organisasi pengelolaan backup database. Namun ada beberapa masalah yang pada fitur ini, Pertama kita harus berhati – hati pada pemakaian database yang akan kita gunakan selama pemakaian internet. Keberhasilan kita menggunakan fitur ini bergantung pada besarnya koneksi internet dan faktor pada laman internet tersebut. Dan masalah yang kedua ialah, kita harus benar benar memerhatikan pemakaian. JIka databse yang kita gunakan terlalu besar atau apabila kita membagi server kita kepada orang lain dan orang lain tersebut menggunakannya secara berlebihan, maka akan berdampak buruk pada pemakaian server kita.

Heketon (Untuk Mensupport OLTP)

Kemudian perubahan terbesar lainnya adalah peluncuran support memori heketon, yang memiliki server baru di memori OLTP nya dan data warehousing toolsnya. Heketon sengaja diciptakan dengan rancangan memori modern, jadi bukan hanya sebagai sistem cache, sehingga dapat  dengan mudah mensupport sistem Azure. Heketon adalah fitur baru yang penting karena menambah dukungan memori di luar kapasitasnya dan berfokus pada kinerjanya juga. Kita juga tidak perlu menempatkan seluruh database di memori kita. Maka dari itu sebelumnya dikatakan bahwa database yang kecil tidak akan mendapatkan kinerja hebat seperti tadi.

Jakartawebhosting.com, Akan Mensupport Semua Server Yang Anda Perlukan

jakartawebhosting.com
jakartawebhosting.com

Cara Aktivasi IIS di Windos 7

IIS

Microsoft sebagai salah satu vendor besar di bidang teknologi selalu menawarkan penyempurnaan untuk setiap produknya, agar dapat lebih mudah lagi dalam menggunakannya. Kita ambil contoh salah satu produk microsoft yang hampir digunakan oleh semua lapisan masyarakat adalah sistem operasi windows. Saat ini windows tengah memasarkan OS terbarunya yakni windows 10. Pengembangan dari windows 8 ini dikatakan akan lebih baik dari windows 8 itu sendiri, dengan tampilan yang kembali seperti windows 7 sebelumnya. Berbicara tentang windows 7, sudahkah kalian memanfaatkan windows 7 kalian secara maksimal. Pastinya belum banyak orang yang tahu setelah kita meingnstall OS Windows 7 ternyata masih ada fitur penting yang tidak aktif, salah satunya fitur seperti web server. Web server yang digunakan oleh windows adalah Internet Information Service (IIS). Lalu ada juga bahasa pemrograman yang dimiliki windows untuk membuat website yang dikenal sebagai ASP.NET. Pada windows 7 versi IIS yang digunakan adalah IIS 7.5 dan script yang digunakan IIS adalah script PHP. Untuk ASP.NET sendiri versi terbaru yang di keluarkan adalah ASP.NET 4 yang tentunya mengalami penambahan fitur dan mendukung Silverlight 4 dan HTML 5.

Untuk mempelajari ASP.NET dan Silverlight, kita harus mengaktifkan fitur web server atau IIS tersebut. Sekarang saatnya kita masuk kedalam tahapan mengaktifkan web server tersebut.

1. Buka Start – Control Panel – Programs – Tunr Windows Features on or off.

2. Ceklist Internet Information Services, kemudian OK.

3. Tunggu beberapa saat proses instalasi IIS. Kemudian ketikan Localhost pada web browser kita. Jika sudah sampai tahap ini berarti instalasi IIS kita sudah selesai. Default direktori web server tersebut terlaetak pada C:inetpubwwwroot. Setelah itu bagaimana mengubah default alamat local site Localhost sesuai dengan keinginan kita ?

4. Langkah ini adalah tahapan dimana kita mengubah default alamat local site Localhost kita. Buka file host dari C:WindowsSystem32driversetc (posisi default direktori)

5. Kemudian ganti permission dengan cara klik kanan – properties, pilih tab Security – pilih buttin edit – di group or user names, pilih account user anda, kemudian pada bagian Full Control centang Allow, kemudian Apply – OK.

6. Buka file host dengan menggunakan notepad. Setelah itu ganti Localhoost sesuai nama domain milik kita. Jangan lupa hapus tanda comment “#”. Langkah terakhir adalah lakukan pengetesan di web browser kita, masukan nama domain yang tadi kita gantikan sebagai Localhost dan lihat hasilnya.

Support Web Server Anda Dengan Layanan Web Hosting Kami
jakartawebhosting.com

Membuat VPS dari XAMPP di Windows

Virtual Private Server (VPS) atau dikenal juga dengan Virtual Dedicated Server (VDS) atau Virtual Server merupakan teknologi server side yang  memungkinkan sebuah mesin dengan kapasitas besar di bagi menjadi beberapa mesin virtual. Setiap mesin virtual ini memberikan layanan layaknya seperti sebuah server dedicated dengan beberapa batasan tertentu. Namun pembahasan kali ini bukan diperuntukan untuk menjelaskan kegunaan, kelebihan, kekurangan, atau perbandingan VPS dengan sistem hosting lainnya.

Jika kita mempunyai sebuah website, pastinya dibutuhkan suatu sistem yang disebut web hosting. Web hosting ini digunakan agar website kita dapat berjalan di browser dan dapat di buka oleh semua orang selama terindex di browser tersebut. Untuk para pemula yang baru saja menekuni dunia pembuatan website, pasti memerlukan sebuah hosting untuk mengetest apakah domain dan website mereka sudah dapat digunakam atau tidak.

Jika kita adalah pemula tersebut, kita tidak perlu bingung lagi untuk melakukan penge-test-an tersebut. Karena jika kita menggunakan Windows, kita dapat memanfaatkan fitur yang disediakan oleh XAMPP.

Secara default jika kita menginstall XAMPP, maka hostname yang dipergunakan adalah “localhost” yang bisa diakses menggunakan browser. Apache dalam XAMPP memiliki fitur Virtual Hosting yang memungkinkan Anda membuat banyak domain seperti halnya di mesin Web Hosting. Tidak hanya “localhost” yang bisa kita buat, tapi kita bisa juga menggunakan nama domain yang sudah kita miliki sendiri. Lalu bagaimana caranya ?

Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mengganti file host atau menambahkan nama domain baru di dalamnya, jika kita menggunakan Windows maka kita dapat menemukan file host ini dalam directory C:Windowssystem32driversetchosts. Pergunakan notepad untuk melakukan pengeditan file host ini. Jika file host sudah terbuka di notepad, maka akan muncul IP dan nama domain “Localhot” dan lainnya. Lalu tambahkan 127.0.0.1 lalu tekan tab dan ketik nama domain yang kita gunakan untuk website kita lalu save file host yang sudah diedit tersebut. Untuk mengetest apakah domain tadi sudah berfungsi, kita bisa membuka command prompt, kemudian masukan perintah ping pada domain kita. Jika hasil ping tersebut mengacu ke 127.0.0.1, maka sejauh ini tidak ada masalah yang kita temui.

Langkah berikutnya adalah buatlah folder untuk menyimpan semua file direktori domain yang kita akan pergunakan, misalkan nama domain saya adalah tosca, maka buatlah folder tosca di dalam folder htdocs yang berada di folder XAMPP. Berarti kita telah menyimpan folder tersebut di C:XAMPPhtdocstosca.

Langkah selanjutnya adalah mengedit konfigurasi vhost Apache. Lokasi file yang perlu kita edit adalah C:xamppapacheconfextrahttpd-vhosts.conf. Buka file tersebut, alangkah lebih baik bila Anda mempergunakan Advance Teks Editor seperti Notepad++. Kemudian perhatikan 2 setingan konfigurasi yang sudah ada, untuk memudahkannya kita copy saja salah satu konfigurasi tersebut dan pastekan di bawah code tersebut. Kemudian hapus semua tanda pagar yang berada di depannya lalu lakukan pengeditan sebagai berikut :

  <VirtualHost *:80>
                 ServerAdmin [email protected] 
                        DocumentRoot"C:/xampp/htdocs/tosca"
         ServerName'tosca.com
              ServerAlias'www.tosca.com
                        ErrorLog "logstosca.com-error.log"
                                 CustomLog "logstosca.com-acces.log" common 
</VirtualHost>

tahap terakhir adalah pengetesan, buka XAMPP control panel lalu hidupkan apache. Kemudian buka browser dan masukan url sesuai nama domain kita, jika berhasil maka dipastikan seluruh proses sudah berjalan dengan baik