Mengatasi Wait Database Pada SQL Server

SQL Server 2012
SQL Server 2012

Pernarkah kalian mengalami error pada saat proses pengintalan SQL Server. Pada artikel ini saya ingin berbagi pengalaman ketika saya mengalami error pada saat proses penginstalan SQL Server. Kebetulan versi yang saya gunakan adalah SQL Server 2012 R2. kronologinya adalah ketika saya ingin menginstal SQL Server pada komputer saya yang kebetulan jaringannya menggunakan Join Domain. semua berjalan lancar namun ketika proses instalasi sudah hampir selesai (detik-detik terakhir ) tiba-tiba muncul sebuah pesan singkat yang kurang lebih berisi seperti ini :

“The following error has occurred: Wait on the Database Engine recovery handle failed. Check the SQL Server error log for potential causes.”

Padahal proses instalasi yang sudah saya lakukan sudah sesuai prosedur, dan yang lebih menyakitkan proses penginstalannya sudah mau selesai. Karena naluri saya sebagai orang awam di dunia SQL Server, saya langsung memutuskan untuk menginstal ulang SQL Server tersebut. Namun hasil yang saya dapatkan sama saja. Jika kasusnya sudah seperti ini, kemmbali naluri saya sebagai user yang masih awam akan mencari solusinya di Google. Ternyata permasalahan yang saya alami, juga dialami banyak orang, dan jawaban atas permasalahan ini pun masih beragam. Jadi intinya masih belum ada jawaban yang pasti.

Kebetulan saya teringat pada teman saya yang sudah lama berkecimpung di dunia programming. Namun dengan hasil yang saya dapatkan di Google membuat saya agak ragu untuk bertanya, tapi jika tidak bertanya kan sesat dijalan, dan tidak ada salahnya jika kita bertanya. Setelah saya mencoba permasalahan saya kepada teman saya, ia pun mencoba Googling untuk mencari jawabannya. Hal yang sudah saya lakukan, namun berbeda dengan saya, ia mencoba menggabungan jawaban – jawaban tersebut dan kemudian menarik benang merahnya. Akhirnya setelah di utak – atik cukup lama, SQL Server di laptop saya sudah bisa digunakan. Teman saya pun menjelaskan panjang lebar atas permasalahan saya ini, dan kemudian saya ambil intinya seperti ini. Pada saat kita melakukan instalasi SQL Server, jika kita langsung meruning file setup-nya maka SQL Server akan membuat sebuah folder temporary untuk mengekstrak semua file yang dibutuhkan misalnya saja di drive C:

Nah ketika proses instalasi akan membaca file dari folder di atas ternyata folder tersebut terkunci alias access denied alias tidak dapat permision sehingga terjadilah error seperti diatas. inilah yang terjadi pada saya. untuk mengatasi masalah ini berikut solusinya.

  1. Ekstrak terlebih dahulu file instalasi SQL server ke folder yang bisa di akses oleh semua user, misalnya ke drive D:. untuk ekstrak bisa menggunakan software WinRAR atau WinZIP.
  2. Sebelum menginstal SQL Server pastikan kita sudah menginstal Windows Installer 4.5 dan Windows Power Shell 1.0. untuk Windows Installer 4.5 silahkan download di sini dan untuk Windows Power Shell bisa di download di sini. Sesuaikan dengan versi Windows yang kita pakai.
  3. Jalankan Instalasi SQL Server dari folder yang sudah kita ekstrak tadi dengan mengklik file setup.exe.

Dengan langkah-langkah di atas mudah-mudahan proses instalasi bisa berjalan dengan sempurna.

Presented By, Jakartawebhosting.com

jakartawebhosting.com
jakartawebhosting.com

SQL Server 2014 Semakin Powerfull

Akhirnya mocrosoft resmi meluncurkan salah satu produknya yakni SQL Server 2014. Perubahan yang signifikan dari versi terbaru SQL ini ialah di sitem penyimpanan dan percepatan yang akan bertambah. SQL Server 2014 akan menggunakan sistem cloud storage yang teintegrasi dengan Azure database. Dan untuk masalah percepatan SQL Server akan menggunakan sistem OLTP (Online Transaction Processing). Sebenarnya banyak pengguna SQL Server yang lebih merasa tertarik dengan perubahan kecepatan daripada sistem penyimpanan berbasis cloud tersebut. Namun perlu disadari bahwa Cloud Storage akan lebih berguna dan akan lebih banyak digunakan kedepannya. Jadi tidak salah apabila Microsoft menerapkan sistem penyimpanan tersebut.

Walaupun hanya terlihat dua perubahan atau update pada SQL Server ini, tapi sebenarnya SQL Server 2014 juga membawa perangkat tambahan ke sejumlah daerah – daerah yang masih dirasa kurang dari SQL Server sebelumnya. Tambahan tersebut juga termasuk ketersediaan Groups dan indeks columstore, dan lainnya seperti keamanan (backup dienksripsi). Sekarang mari kita ulas sedikit tentang kinerja Azure dan OLTP pada SQL Server 2014.

Azure

SQL Server 2014 memiliki dua cara untuk bekerja dengan penyimpanan azure. Pertama, kita dapat membuat cadangan database ke azure, Sebenarnya fitur sudah diperkenalkan sebelumnya di SQL Server 2012 yang disebut dengan SQL Server Backup ke URL. Pada SQL Server 2014 fituer tersebut mendapatkan dorongan dari sistem SQL Server Managed Backup. Fitur ini dapat membantu kita dalam organisasi pengelolaan backup database. Namun ada beberapa masalah yang pada fitur ini, Pertama kita harus berhati – hati pada pemakaian database yang akan kita gunakan selama pemakaian internet. Keberhasilan kita menggunakan fitur ini bergantung pada besarnya koneksi internet dan faktor pada laman internet tersebut. Dan masalah yang kedua ialah, kita harus benar benar memerhatikan pemakaian. JIka databse yang kita gunakan terlalu besar atau apabila kita membagi server kita kepada orang lain dan orang lain tersebut menggunakannya secara berlebihan, maka akan berdampak buruk pada pemakaian server kita.

Heketon (Untuk Mensupport OLTP)

Kemudian perubahan terbesar lainnya adalah peluncuran support memori heketon, yang memiliki server baru di memori OLTP nya dan data warehousing toolsnya. Heketon sengaja diciptakan dengan rancangan memori modern, jadi bukan hanya sebagai sistem cache, sehingga dapat  dengan mudah mensupport sistem Azure. Heketon adalah fitur baru yang penting karena menambah dukungan memori di luar kapasitasnya dan berfokus pada kinerjanya juga. Kita juga tidak perlu menempatkan seluruh database di memori kita. Maka dari itu sebelumnya dikatakan bahwa database yang kecil tidak akan mendapatkan kinerja hebat seperti tadi.

Jakartawebhosting.com, Akan Mensupport Semua Server Yang Anda Perlukan

jakartawebhosting.com
jakartawebhosting.com

Membuat VPS dari XAMPP di Windows

Virtual Private Server (VPS) atau dikenal juga dengan Virtual Dedicated Server (VDS) atau Virtual Server merupakan teknologi server side yang  memungkinkan sebuah mesin dengan kapasitas besar di bagi menjadi beberapa mesin virtual. Setiap mesin virtual ini memberikan layanan layaknya seperti sebuah server dedicated dengan beberapa batasan tertentu. Namun pembahasan kali ini bukan diperuntukan untuk menjelaskan kegunaan, kelebihan, kekurangan, atau perbandingan VPS dengan sistem hosting lainnya.

Jika kita mempunyai sebuah website, pastinya dibutuhkan suatu sistem yang disebut web hosting. Web hosting ini digunakan agar website kita dapat berjalan di browser dan dapat di buka oleh semua orang selama terindex di browser tersebut. Untuk para pemula yang baru saja menekuni dunia pembuatan website, pasti memerlukan sebuah hosting untuk mengetest apakah domain dan website mereka sudah dapat digunakam atau tidak.

Jika kita adalah pemula tersebut, kita tidak perlu bingung lagi untuk melakukan penge-test-an tersebut. Karena jika kita menggunakan Windows, kita dapat memanfaatkan fitur yang disediakan oleh XAMPP.

Secara default jika kita menginstall XAMPP, maka hostname yang dipergunakan adalah “localhost” yang bisa diakses menggunakan browser. Apache dalam XAMPP memiliki fitur Virtual Hosting yang memungkinkan Anda membuat banyak domain seperti halnya di mesin Web Hosting. Tidak hanya “localhost” yang bisa kita buat, tapi kita bisa juga menggunakan nama domain yang sudah kita miliki sendiri. Lalu bagaimana caranya ?

Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mengganti file host atau menambahkan nama domain baru di dalamnya, jika kita menggunakan Windows maka kita dapat menemukan file host ini dalam directory C:Windowssystem32driversetchosts. Pergunakan notepad untuk melakukan pengeditan file host ini. Jika file host sudah terbuka di notepad, maka akan muncul IP dan nama domain “Localhot” dan lainnya. Lalu tambahkan 127.0.0.1 lalu tekan tab dan ketik nama domain yang kita gunakan untuk website kita lalu save file host yang sudah diedit tersebut. Untuk mengetest apakah domain tadi sudah berfungsi, kita bisa membuka command prompt, kemudian masukan perintah ping pada domain kita. Jika hasil ping tersebut mengacu ke 127.0.0.1, maka sejauh ini tidak ada masalah yang kita temui.

Langkah berikutnya adalah buatlah folder untuk menyimpan semua file direktori domain yang kita akan pergunakan, misalkan nama domain saya adalah tosca, maka buatlah folder tosca di dalam folder htdocs yang berada di folder XAMPP. Berarti kita telah menyimpan folder tersebut di C:XAMPPhtdocstosca.

Langkah selanjutnya adalah mengedit konfigurasi vhost Apache. Lokasi file yang perlu kita edit adalah C:xamppapacheconfextrahttpd-vhosts.conf. Buka file tersebut, alangkah lebih baik bila Anda mempergunakan Advance Teks Editor seperti Notepad++. Kemudian perhatikan 2 setingan konfigurasi yang sudah ada, untuk memudahkannya kita copy saja salah satu konfigurasi tersebut dan pastekan di bawah code tersebut. Kemudian hapus semua tanda pagar yang berada di depannya lalu lakukan pengeditan sebagai berikut :

  <VirtualHost *:80>
                 ServerAdmin [email protected] 
                        DocumentRoot"C:/xampp/htdocs/tosca"
         ServerName'tosca.com
              ServerAlias'www.tosca.com
                        ErrorLog "logstosca.com-error.log"
                                 CustomLog "logstosca.com-acces.log" common 
</VirtualHost>

tahap terakhir adalah pengetesan, buka XAMPP control panel lalu hidupkan apache. Kemudian buka browser dan masukan url sesuai nama domain kita, jika berhasil maka dipastikan seluruh proses sudah berjalan dengan baik

Windows Hosting Makin Menarik di Mata Technopreneur Indonesia

Windows tidak hanya dikenal sebagai sistem operasi untuk komputer. Sebagai perusahaan yang sangat disegani dalam sektor IT, Microsoft tentunya mempunyai teknologi yang sangat handal untuk menunjang kebutuhan Anda. Windows juga dikenal dengan layanan hostingnya yang mampu menawarkan solusi yang lebih mudah dan efektif. Teknologi Windows Hosting sendiri mampu menjadi daya tarik utama bagi technopreneur Indonesia. Dengan teknologi ini, Anda bisa mendapatkan solusi yang lebih baik untuk mendukung situs Anda. Kenapa Windows hosting menjadi sangat menarik bagi kalangan technopreneur Indonesia? Continue reading Windows Hosting Makin Menarik di Mata Technopreneur Indonesia

ASP.net dan Microsoft SQL Server: Kombinasi yg Sempurna di Platform Windows Server

Jika Anda ingin mendapatkan hasil terbaik dari Windows Server, Anda pasti membutuhkan ASP.net dan Microsoft SQL Server. Apakah keuntungannya bagi pengguna produk Microsoft tersebut. Kombinasi tersebut bisa memberikan lebih banyak kemudahan karena ASP.net dan Microsoft SQL Server sendiri juga dilengkapi dengan berbagai fitur dan kelebihan menarik yang perlu Anda ketahui. Kenapa Anda perlu mempertimbangkan kombinasi tersebut? Continue reading ASP.net dan Microsoft SQL Server: Kombinasi yg Sempurna di Platform Windows Server