Apa yang Akan Terjadi Jika Menghapus System32?

Pengguna komputer dengan sistem operasi Windows, tentunya sudah tidak asing lagi dengan folder yang bernama System32. Lokasi folder ini berada di C:\Windows\System32 atau C:\Winnt\system32. Mungkin kamu pernah berpikir apa yang akan terjadi jika folder ini kamu hapus? Mencoba menghapus satu file di dalam folder ini saja akan muncul pesan seperti “The file x is a system file.” Continue reading Apa yang Akan Terjadi Jika Menghapus System32?

Apa Itu Sebenarnya Dynamic Link Libraries

Dynamic Link Libraries atau DLL (.dll) merupakan shared library di dalam sistem operasi Windows. Semua file DLL Windows dikodekan dalam format Portable Executable, format yang sama seperti file executable (.exe). Libraries ini dimuat di dalam aplikasi pada saat berjalan, ketika program dijalankan dan berada tetap di dalam lokasi file yang telah ditentukan. Continue reading Apa Itu Sebenarnya Dynamic Link Libraries

Apakah Microsoft Edge Lebih Aman Dari Chrome atau Firefox

Microsoft merilis sistem operasi baru Windows 10 dengan banyak fitur baru termasuk aplikasi web browser eksklusif yang dipanggil dengan nama Edge. Dalam salah satu banner iklannya, Microsoft Edge diklaim “lebih aman” dari aplikasi web browser yang menjadi pesaing utamanya, Google Chrome dan Mozilla Firefox. Apakah memang benar demikian? Continue reading Apakah Microsoft Edge Lebih Aman Dari Chrome atau Firefox

Sebelum Install Kamu Bisa Mencoba Aplikasi di Windows 10

Microsoft baru saja mengumumkan akan membawa dukungan untuk Playable Ads pada Windows 10. Playable Ads merupakan fitur yang memiliki fungsi untuk memungkinkan pengguna melihat bagaimana cara aplikasi bekerja tanpa harus mendownload dan menginstallnya dari Store terlebih dahulu. Continue reading Sebelum Install Kamu Bisa Mencoba Aplikasi di Windows 10

Flush DNS pada Windows

Flush DNS pada Windows

Flush DNS pada Windows
Flush DNS pada Windows

DNS atau Domain Name System adalah seuah sistem penyimpanan informasi yang berisikan nama host dan nama domain dalam bentuk basis data yang tersebar atau distributed database di dalam jaringan komputer. DNS juga menyediakan alamat IP untuk setiap host name dan mendata setiap server transmisi email yang menerima email tersebut untuk setiap domain.

Untuk para blogger ataupun pemilik website yang menggunakan nama domainnya sendiri, pasti pernah melakukan pergantian DNS domain. Pergantian DNS dilakukan pada suatu domain yang sudah expired ataupun ada perubahan tempat hosting, hingga DNS domain telah menggunakan DNS default dari registar.

Jika sebuah DNS sudah diubah dan dicobakan pada browser, tetapi hasil yang diharapkan dari pergantian DNS tidak memberikan efek perubahan pada website, bisa terjadi karena beberapa kemungkinan. Pertama, regristar yang lama menangani perubahan DNS tersebut dan bisa juga karena komputer masih menyimpan cache DNS domain yang lama.

Sebenarnya cache ini bisa hilang dalam beberapa menit atau beberapa jam setelah perubahan DNS dilakukan. Namun apabila perubahan tersebut belum terjadi selama 1×24 jam, maka kita bisa melakukan fush DNS.

Flush DNS adalah perintah untuk melakukan perubahan pada komputer yang sedang kita gunakan agar dapat menyesuaikan informasi perubahan yang terjadi pada suatu domain, NameServer, DNS, dan website.

Berikut cara menggunakan flush DNS pada windows.

  1. Langkah pertama untuk menggunakan flush DNS adalah buka Start Menu kemudian ketikan Command Prompt pada Search Box.
  2. Setelah Command Prompt terbuka, masukan perintah sebagai berikut: ipconfig /flushdns lalu tekan enter. Jika  muncul keterangan “Successfully flushed the DNS Resolver Cache”, maka dipastikan proses pergantian DNS kalian sudah berhasil dan Cachenya pun sudah berubah.
  3. Untuk memastikannya kalian dapat membuka browser dan lihat hasilnya.

Begitulah cara mudah menggunakan flush DNS pada Windows. Semoga bermanfaat.